Sambutan Kepala Perpusda
Sambutan Kepala Perpusda - Kami ucapkan selamat datang di website resmi Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo.
Dalam website ini anda akan kami ajak untuk mengetahui seluk beluk Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo.
Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo dibentuk berdasarkan Perda Kab. Probolinggo No. 10 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dengan tugas pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan dibidang perpustakaan.
Seiring dengan meningkatnya minat baca masyarakat melalui sistem layanan perpustakaan yang variatif, inovatif dan partisipatif serta terwujudnya pemenuhan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perpustakaan, diharapkan Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo dapat berperan serta di dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sejahtera, berkeadilan, mandiri, berwawasan lingkungan dan berakhlak mulia.
Dalam website ini anda akan kami ajak untuk mengetahui seluk beluk Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo.
Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo dibentuk berdasarkan Perda Kab. Probolinggo No. 10 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dengan tugas pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan dibidang perpustakaan.
Seiring dengan meningkatnya minat baca masyarakat melalui sistem layanan perpustakaan yang variatif, inovatif dan partisipatif serta terwujudnya pemenuhan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perpustakaan, diharapkan Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo dapat berperan serta di dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sejahtera, berkeadilan, mandiri, berwawasan lingkungan dan berakhlak mulia.
xx
xx2
Senin, 17 Maret 2014
Rp 300 juta untuk Perpustakaan Desa
PROBOLINGGO - Demi menumbuhkan minat baca di perpustakaan desa, Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran cukup besar di tahun ini. Tak kurang dana sekitar Rp 300 juta digelontorkan untuk dua kegiatan. Diantaranya, untuk pengembangan perpustakaan baru di 12 desa dan pembinaan perpustakaan di 12 desa yang sudah dibangun perpustakaan.
Untuk anggaran penyediaan bantuan pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerah, Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) mengalokasikan anggaran Rp 200 juta. Anggaran ini untuk pengadaan sarana dan prasarana perpustakaan, seperti 1 unit rak buku, 2 unit meja baca, 2 lembar karpet, dan 200 buku.
"Untuk perpustakaan baru memang lebih banyak karena barang-barang itu," kata Kepala Kantor Perpusda Santoso kemarin (14/3). Ada 12 desa baru yang dibentuk perpustakaan. Enam desa di Kecamatan Besuk, dua desa masing-masing di Kecamatan Banyuanyar dan Gading, dan satu desa di Kecamatan Kraksaan dan Paiton.
Selain itu, ada anggaran Rp 100 juta untuk pembinaan bagi 12 desa yang sebelumnya membentuk perpustakaan. Diantaranya, di Kecamatan Kotaanyar, Tiris, Gending, Besuk, Pakuniran, Paiton, Dringu, Wonomerto dan Gading yang di tahun lalu sudah dibangun perpustakaan oleh Kantor Perpusda.
Santoso menegaskan, setiap tahun Pemkab mengalokasikan anggaran untuk membentuk perpustakaan di desa-desa. "Memang tidak bisa seluruhnya, tapi bertahap," tutur mantan Kabag Kominfo tersebut. Program ini dibuat kerja sama dengan SKPD terkait seperti dinas pendidikan setempat.
Pemkab beralasan program ini memang untuk meningkatkan minat baca masyarakat karena selama ini rendah. Hal ini tak terlepas juga dari banyaknya masyarakat yang buta huruf, banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan perpustakaan di desa. Seiring banyaknya masyarakat yang sudah melek huruf, maka keberadaan perpustakaan bisa maksimal," katanya.
Untuk koleksi sendiri, pihaknya menyiapkan buku-buku yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan mayoritas petani, perpustakaan diisi lebih banyak buku-buku tentang pertanian, perkebunan, sampai kelautan. Selain buku-buku agama dan ilmu pengetahuan.
Tidak hanya sampai di situ, pihaknya setiap hari juga menugaskan tiga kendaraan perpustakaan keliling untuk menggugah minat baca masyarakat. "Sementara karena hanya tiga kendaraan, jangkauannya hanya di Kecamatan. Ke depan nanti kami optimalkan sampai tingkat desa," tegasnya.
Sumber : Radar Bromo (Jawa Pos Group), 15/3/0214.
Sumber : Radar Bromo (Jawa Pos Group), 15/3/0214.


